Minggu, 02 September 2012

Seni Berbicara: kepada siapa saja, kapan saja, di mana saja.

Bicara merupakan bentuk komunikasi manusia yang paling mendasar, yang membedakan kita sebagai suatu spesies. Bicara itu seperti main golf, mengendarai mobil-sepeda motor, atau mengelola toko. Semakin sering kita melakukannya semakin mahir dan semakin senang kita menikmatinya. Bahkan jika kita telah menguasai "seni" berbicara, maka berbicara mampu menghasilkan jutaan rupiah bagi kita. Menarik bukan?

Larry King--pembawa acara terkemuka di dunia berkat acara Larry King Live di CNN--, salah satu program televisi kabel dengan rating paling tinggi di dunia ini, sudi menularkan kepiawaiannya dalam hal seni berbicara. Ia memberikan berbagai tip yang akan membantu kita menguasai seni berbicara dalam pergaulan sosial maupun profesional. Tip-tip itu dimulai dari yang mendasar hingga tingkat seni atau ahli. Larry King juga bercerita tentang pengalaman suka dukanya saat mengawali proses berkeseniannya tentang berbicara. Pria hebat ini pun tak segan-segan mengakui kesalahan dan kekeliruannya saat berbicara di depan televisi maupun di hadapan tamu-tamu negara di berbagai kesempatan. Ia membeberkan rahasianya bila kita harus tampil di radio atau televisi, dan bagaimana menyelamatkan diri bila kita keseleo lidah. Hebatnya lagi, Larry King punya kiat bagaimana mengubah berita buruk menjadi komunikasi yang justru menciptakan citra bagus untuk kita.

Dasar-dasar Berbicara yang sukses menurut Larry King adalah: Kejujuran, Sikap yang benar, Berminat terhadap orang lain, dan Keterbukaan terhadap diri sendiri. Nah, dasar-dasar inilah yang menentukan prospek kita dalam berbicara profesional (penyiar, presenter, host, pewawancara dan sebagainya), juga ketika kita berbicara secara sosial (sebagai narasumber). Prinsip utama berbicara adalah "jujurlah". Kemudian, biarkan para audiens, pendengar, penonton merasakan pengalaman dan perasaan kita. Pokoknya "kita harus jujur kepada orang-orang yang kita ajak bicara". Yang tak kalah pentingya, usahakanlah kita "bersikap benar" dan terus "berkemauan" untuk bicara. Meski untuk pertama kali kita pasti merasa tidak nyaman. Di samping "berkemauan" tadi, maka dalam berbicara yang baik membutuhkan dua syarat: (1) perhatian kita yang dalam kepada orang lain dan (2) keterbukaan kita kepada mereka.


Salah satu hal yang harus kita pahami dalam seni berbicara adalah: tak seorang pun tak dapat diajak bicara, bila kita memiliki sikap yang tepat. Dengan sikap seperti ini, maka kita (terutama Anda) tak ada lagi alasan untuk tidak melakukan "seni berbicara" secara profesional dan secara sosial. Jika Anda merasa tidak ahli berbicara, yakinlah bahwa Anda dapat menjadi Ahli. Teruslah berbicara dan Anda akan tahu cara menyampaikan pesan dengan efektif, dalam situasi apapun. Jadilah pembicara yang memesona!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar