Bicara merupakan bentuk komunikasi manusia yang paling mendasar, yang
membedakan kita sebagai suatu spesies. Bicara itu seperti main golf,
mengendarai mobil-sepeda motor, atau mengelola toko. Semakin sering kita
melakukannya semakin mahir dan semakin senang kita menikmatinya.
Bahkan jika kita telah menguasai "seni" berbicara, maka berbicara mampu
menghasilkan jutaan rupiah bagi kita. Menarik bukan?
Larry King--pembawa acara terkemuka di dunia berkat acara Larry King Live di CNN--,
salah satu program televisi kabel dengan rating paling tinggi di dunia
ini, sudi menularkan kepiawaiannya dalam hal seni berbicara. Ia
memberikan berbagai tip yang akan membantu kita menguasai seni berbicara
dalam pergaulan sosial maupun profesional. Tip-tip itu dimulai dari
yang mendasar hingga tingkat seni atau ahli. Larry King juga bercerita
tentang pengalaman suka dukanya saat mengawali proses berkeseniannya
tentang berbicara. Pria hebat ini pun tak segan-segan mengakui kesalahan
dan kekeliruannya saat berbicara di depan televisi maupun di hadapan
tamu-tamu negara di berbagai kesempatan. Ia membeberkan rahasianya bila
kita harus tampil di radio atau televisi, dan bagaimana menyelamatkan
diri bila kita keseleo lidah. Hebatnya lagi, Larry King punya kiat
bagaimana mengubah berita buruk menjadi komunikasi yang justru
menciptakan citra bagus untuk kita.
Dasar-dasar Berbicara yang sukses menurut Larry King adalah: Kejujuran, Sikap yang benar, Berminat terhadap orang lain, dan Keterbukaan terhadap diri sendiri.
Nah, dasar-dasar inilah yang menentukan prospek kita dalam berbicara
profesional (penyiar, presenter, host, pewawancara dan sebagainya), juga
ketika kita berbicara secara sosial (sebagai narasumber). Prinsip utama
berbicara adalah "jujurlah". Kemudian, biarkan para audiens, pendengar,
penonton merasakan pengalaman dan perasaan kita. Pokoknya "kita harus
jujur kepada orang-orang yang kita ajak bicara". Yang tak kalah
pentingya, usahakanlah kita "bersikap benar" dan terus "berkemauan"
untuk bicara. Meski untuk pertama kali kita pasti merasa tidak nyaman.
Di samping "berkemauan" tadi, maka dalam berbicara yang baik membutuhkan
dua syarat: (1) perhatian kita yang dalam kepada orang lain dan (2) keterbukaan kita kepada mereka.
Salah
satu hal yang harus kita pahami dalam seni berbicara adalah: tak
seorang pun tak dapat diajak bicara, bila kita memiliki sikap yang
tepat. Dengan sikap seperti ini, maka kita (terutama Anda) tak ada lagi
alasan untuk tidak melakukan "seni berbicara" secara profesional dan
secara sosial. Jika Anda merasa tidak ahli berbicara, yakinlah bahwa
Anda dapat menjadi Ahli. Teruslah berbicara dan Anda akan tahu cara
menyampaikan pesan dengan efektif, dalam situasi apapun. Jadilah
pembicara yang memesona!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar