Minggu, 02 September 2012

Mengenal Penyebab Vertigo, si pusing tujuh keliling

Vertigo atau kehilangan keseimbangan akan sangat mengganggu aktivitas walaupun tidak menimbulkan rasa sakit pada organ tubuh lainnya. Ketika kambuh, penderita vertigo akan mengalami kesulitan berdiri dan bergerak karena merasa sakit kepala luar biasa hingga dunia tampak berputar, bahkan kerap kali disertai dengan rasa mual dan muntah.
Menurut peneliti masalah vertigo, dr. Entjep Hadjar, Sp. THT, penyebab vertigo dapat berasal dari gangguan syaraf, penyakit dalam atau masalah seputar THT (telinga, hidung dan tenggorokan).
Beberapa faktor yang menyebabkan vertigo antara lain karena serangan migren, radang pada leher, mabuk kendaraan, infeksi bakteri pada alat pendengaran dan kekurangan asupan oksigen ke otak.
Kelainan pada telinga juga sering menjadi penyebab. Termasuk pula kelainan pengelihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba, gangguan di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak, maupun di dalam otaknya sendiri.
Penelitian yang dilakukan Entjep menunjukkan, sebagian besar pengidap vertigo mengalami gangguan pada ruang otak yang mengatur keseimbangan. Dari sebanyak 781 penderita vertigo yang pernah diteliti, 219 orang (28,3 persen) di antaranya mengalami penyakit batuan kecil (debris) pada alat keseimbangannya.
"Dari data penelitian saya lima tahun lalu menunjukkan, penyakit debris pada ruang otak yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh manusia atau yang disebut dengan vertigo debris menjadi penyebab utama vertigo," paparnya saat acara Seminar Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS Asri, Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Vertigo debris terjadi karena terdapat gangguan debris pada ruang berbentuk setengah lingkaran yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Hal tersebut dikarenakan sensor keseimbangan memiliki berat jenis yang lebih besar dari cairan endolymph.
Menurut Entjep, alat keseimbangan manusia bersifat dinamis sehingga sangat mudah terangsang oleh gerakan putaran kepala. Bila terdapat debris (batuan kecil) pada alat keseimbangan, maka cairan endolymph akan mengalami gaya dorong yang lebih besar dari yang seharusnya, dan merangsang alat keseimbangan.
Kondisi ini biasa disebut dengan vertigo posisi atau dalam istilah kedokteran disebut dengan BPPV (Benign Paroxysmal Position Vertigo) atau vertigo paroksimal jinak.
Entjep menuturkan, dahulu, solusi untuk mengatasi pasien vertigo BPPV dilakukan dengan operasi pengeluaran batu endapan. Namun, justru sering terjadi kegagalan karena batuan tersebut berada pada tulang temporal (terkeras) pada manusia.
"Tapi sekarang telah ditemukan cara non bedah yang lebih praktis yakni dengan vibrator," katanya.
Vibrator tersebut nantinya akan menghancurkan debris (batuan kecil), dengan menempelkannya pada kepala penderita. Selain menghancurkan debris, vibrator juga digunakan untuk melepaskan debris yang sudah terlanjur melekat.
"Pengobatan vertigo debris ini sangat praktis, aman dan dapat hilang dalam beberapa menit, dan tanpa obat. Pengobatannya disebut dengan Canalith Repositioning Therapy (CRT), disertai dengan vibrasi, yang berfungsi mengurangi rasa pusing," katanya.
Terapi dianjurkan dilakukan 2 (dua) kali seminggu, walau pada kenyataannya, banyak pasien sudah merasa sembuh dengan hanya dua kali terapi.

*mudah-mudahan bermanfaat karena saya juga pernah mengalaminya, dan itu sangat menyiksa :)

Ciri-ciri Guru Profesional

Berikut beberapa ciri guru profesional yang mungkin dapat menjadi patokan bagi Anda para guru untuk mengembangkan diri sehingga benar-benar profesional, sehingga tidak dianggap hanya profesional dalam hal tunjangan saja :)
1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5. Bisa berkomunikasi baik dengan orang tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswanya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subjek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
 

Sumber: http://gurukreatif.wordpress.com/
*dengan sedikit perubahan :D

Seni Berbicara: kepada siapa saja, kapan saja, di mana saja.

Bicara merupakan bentuk komunikasi manusia yang paling mendasar, yang membedakan kita sebagai suatu spesies. Bicara itu seperti main golf, mengendarai mobil-sepeda motor, atau mengelola toko. Semakin sering kita melakukannya semakin mahir dan semakin senang kita menikmatinya. Bahkan jika kita telah menguasai "seni" berbicara, maka berbicara mampu menghasilkan jutaan rupiah bagi kita. Menarik bukan?

Larry King--pembawa acara terkemuka di dunia berkat acara Larry King Live di CNN--, salah satu program televisi kabel dengan rating paling tinggi di dunia ini, sudi menularkan kepiawaiannya dalam hal seni berbicara. Ia memberikan berbagai tip yang akan membantu kita menguasai seni berbicara dalam pergaulan sosial maupun profesional. Tip-tip itu dimulai dari yang mendasar hingga tingkat seni atau ahli. Larry King juga bercerita tentang pengalaman suka dukanya saat mengawali proses berkeseniannya tentang berbicara. Pria hebat ini pun tak segan-segan mengakui kesalahan dan kekeliruannya saat berbicara di depan televisi maupun di hadapan tamu-tamu negara di berbagai kesempatan. Ia membeberkan rahasianya bila kita harus tampil di radio atau televisi, dan bagaimana menyelamatkan diri bila kita keseleo lidah. Hebatnya lagi, Larry King punya kiat bagaimana mengubah berita buruk menjadi komunikasi yang justru menciptakan citra bagus untuk kita.

Dasar-dasar Berbicara yang sukses menurut Larry King adalah: Kejujuran, Sikap yang benar, Berminat terhadap orang lain, dan Keterbukaan terhadap diri sendiri. Nah, dasar-dasar inilah yang menentukan prospek kita dalam berbicara profesional (penyiar, presenter, host, pewawancara dan sebagainya), juga ketika kita berbicara secara sosial (sebagai narasumber). Prinsip utama berbicara adalah "jujurlah". Kemudian, biarkan para audiens, pendengar, penonton merasakan pengalaman dan perasaan kita. Pokoknya "kita harus jujur kepada orang-orang yang kita ajak bicara". Yang tak kalah pentingya, usahakanlah kita "bersikap benar" dan terus "berkemauan" untuk bicara. Meski untuk pertama kali kita pasti merasa tidak nyaman. Di samping "berkemauan" tadi, maka dalam berbicara yang baik membutuhkan dua syarat: (1) perhatian kita yang dalam kepada orang lain dan (2) keterbukaan kita kepada mereka.


Salah satu hal yang harus kita pahami dalam seni berbicara adalah: tak seorang pun tak dapat diajak bicara, bila kita memiliki sikap yang tepat. Dengan sikap seperti ini, maka kita (terutama Anda) tak ada lagi alasan untuk tidak melakukan "seni berbicara" secara profesional dan secara sosial. Jika Anda merasa tidak ahli berbicara, yakinlah bahwa Anda dapat menjadi Ahli. Teruslah berbicara dan Anda akan tahu cara menyampaikan pesan dengan efektif, dalam situasi apapun. Jadilah pembicara yang memesona!